🌐 Panjang Gelombang Bebas (Free-Space Wavelength — λ)
2.106 m (210,62 cm)
Frekuensi: 142.340 MHz • Spektrum: VHF (Very High Frequency)

📐 Antena Dipole ½λ (Half-Wave Dipole)

½λ

Antena dipole seimbang (*balanced*) dengan titik catu di tengah (*center-fed*). Terdiri dari 2 sisi lengan kawat yang masing-masing berukuran ¼λ fisik.

Bentangan Total (Total Span — ½λ)

100,04 cm
1,000 meter

Masing-Masing Lengan (Per Elemen — ¼λ)

50,02 cm
0,500 meter
Kabel Transmisi 50 Ω Lengan A (¼λ) Lengan B (¼λ)

📡 Antena Ground Plane ¼λ (Vertical Whip)

¼λ

Antena vertikal segala arah (*omnidirectional*). Elemen radial ground dimiringkan sekitar 40°–45° ke arah bawah untuk memperoleh impedansi masukan mendekati 50 Ohm.

Radiator Tegak Vertikal (Whip — ¼λ)

50,02 cm
0,500 meter

Radial Ground (3 atau 4 Elemen)

52,52 cm
0,525 meter (+5% stabilisasi VSWR)
Whip Vertikal ¼λ Radial Kiri (45°) Radial Kanan (45°)

🔌 Panjang Listrik Kabel Koaksial (Coaxial Matching Line)

Ukuran potongan fisik kabel transmisi untuk kebutuhan *stub transformator impedansi* atau saluran perpanjangan berulang 1:1:

Kabel Transmisi ¼λ (Impedance Transformer)

34,75 cm
0,348 meter

Kabel Transmisi ½λ (1:1 Voltage Repeater)

69,50 cm
0,695 meter

📚 Pengetahuan Dasar Perhitungan Panjang Gelombang & Perancangan Antena

1. Hubungan Baku Antara Frekuensi & Panjang Gelombang Udara (λ)

Gelombang elektromagnetik merambat di ruang hampa dan udara dengan kecepatan cahaya c ≈ 299.792.458 m/s (dibulatkan menjadi 300.000.000 m/s untuk perhitungan praktis). Satu gelombang penuh (λ) dihitung dengan formula:

λ (meter) = 300 / Frekuensi (MHz)
λ (centimeter) = 29.979 / Frekuensi (MHz)

Contoh: Pada frekuensi 142.340 MHz, panjang gelombang di udara terbuka adalah 300 / 142.340 ≈ 2,107 meter (210,7 cm).

2. Mengapa Ukuran Fisik Kawat Antena Selalu Lebih Pendek? (Velocity Factor & End Effect)

Arus listrik frekuensi tinggi merambat di sepanjang kawat konduktor logam sedikit lebih lambat dibanding kecepatan rambat di ruang hampa. Selain itu, kapasitansi semu pada ujung-ujung kawat isolator (*end-effect capacitance*) menyebabkan kawat secara kelistrikan terlihat lebih panjang dari ukuran fisiknya. Rumus praktis yang digunakan oleh perakit antena:

  • Bentangan Total Dipole ½λ: Panjang (meter) = (142,5 / Frekuensi dalam MHz) atau Panjang (cm) = (14.250 / Frekuensi dalam MHz).
  • Panjang Tiap Lengan Dipole (¼λ): Panjang (meter) = (71,25 / Frekuensi dalam MHz).
  • Elemen Radial Ground Plane: Diberi toleransi 5% lebih panjang dibanding elemen vertikal (*whip*) guna menghasilkan pencocokan impedansi 50 Ω yang stabil terhadap kabel transmisi.

3. Tabel Klasifikasi Spektrum Gelombang Radio (VLF hingga SHF)

Pembagian pita frekuensi radio resmi menurut standar International Telecommunication Union (ITU):

Klasifikasi Spektrum Singkatan Rentang Frekuensi Rentang Panjang Gelombang (λ) Pemanfaatan Umum
Very Low Frequency VLF 3 kHz – 30 kHz 100 km – 10 km Navigasi bawah laut militer, sinyal sinkronisasi waktu
Low Frequency LF 30 kHz – 300 kHz 10 km – 1 km Beacon maritim (NDB), transmisi data jarak jauh LF
Medium Frequency MF 300 kHz – 3 MHz 1 km – 100 meter Radio Siaran Gelombang Menengah (AM Commercial), band 160m
High Frequency HF 3 MHz – 30 MHz 100 meter – 10 meter Komunikasi pantulan ionosfer (Skywave), CB 11m, Amatir HF
Very High Frequency VHF 30 MHz – 300 MHz 10 meter – 1 meter Radio Siaran FM, Airband Penerbangan, Radio HT 2m Band
Ultra High Frequency UHF 300 MHz – 3 GHz 1 meter – 10 centimeter Televisi Digital, HT 70cm, PMR446, Wi-Fi 2.4 GHz, Jaringan Seluler
Super High Frequency SHF 3 GHz – 30 GHz 10 centimeter – 1 centimeter Wi-Fi 5.8 GHz, Radar Penerbangan, Komunikasi Satelit Mikro

4. Panduan Praktis Pemotongan Kawat (Antenna Tuning)

  • Berikan Toleransi Panjang: Selalu potong kawat konduktor 3–5 cm lebih panjang dari perhitungan di atas. Kelebihan kawat digunakan untuk membuat simpul tekukan pada ujung isolator.
  • Prosedur Tuning dengan SWR Meter: Pasang SWR meter atau antena analyzer. Bila nilai SWR minimum berada di bawah frekuensi kerja target, berarti antena masih terlalu panjang (lipat atau potong bertahap 0,5 cm). Jika titik SWR terendah berada di atas frekuensi sasaran, antena terlalu pendek.